just a little thing in this world but wanna be a great thing. . . have a simple dream but must get it with a complicated planning. . . wanna to give love for everyone and wanna be loved by everyone. . .

Another Snapshot of Me

I've done, I am doing, and I wanna do

aaaarrrrrggghhhhh ka ama juo mangadu ujuang-ujuangnyo, meski pun kanai kalasek stek-stek tapi nan padiah di dalam ko lapeh rasonyoo… - peluk mama, luv u as always…
hari angek, paruik di bujuak jo duo boto susu instant senyo, pangana lah baleak-leak di berbagai kota, urusan dak ciek duo nan harus ka di urus doh, nan lawan mangecek lah taariak lo, urang nan samo chatting alah kanai hampeh lo, urang nan ma sms dak tangguang-tangguang ta capslock, nan man-donlot ko limo jam lai lo keceknyo, janjian ka basobok jo urang nyo bae lo maundur jam kalamak dek inyo, ado juo lai nan alun? cukuik an bana lah haaa.

Dilema

Antara disini dan disana, disini sungguh tak ada lagi yang menentramkan saya, apa-apa saya jadi “capek”, apa-apa saya gampang banget mewek, apa-apa saya rapuh banget, dan situasi ini bikin saya gag bisa nyelesaiin tugas besar saya tapi saya harus disini demi tugas besar itu. Disana ada aktivitas lain yang menanti, ada suasana baru yang menentramkan jiwa (tepatnya membuat saya lupa sejenak untuk berbagai “capek” saya), disana ada atmosfer yang mendukung saya untuk menuntaskan tugas besar saya, tapi saya tak bisa disana juga karena tugas besar. *ribet pisan

Antara disini dan disana, disini tak ada yang menanyai saya untuk “pekerjaan rumah” saya, bahkan seolah semua yang disini seolah melupakan ada “pekerjaan rumah” untuk saya, tapi saya harus disini agar tak sesering mungkin saya disana, meminimalisir apa yang saya takutkan. Disana ada yang banyak (lebih dari satu maksudnya) peduli tentang “pekerjaan rumah” saya, bahkan telah menawarkan memberi bantuan kepada saya untuk menyelesaikan “pekerjaan rumah” saya, tapi saya tak bisa untuk berlama-lama disana, ada hal yang harus saya minimalisir efeknya.

wanna go away„,

far far away from here„,

wanna dissappear„,

far far away from here„,

wanna GO AWAY………..

- :( :( :( :( :(

Curhat

… dari seorang wanita yang lumayan jauh lah terpaut usianya dari saya, tapi there is no family relationship between us, tapi sekarang intensitas kami bertemu cukup sering, dan kita sebut saja lah X.

… tentang hari-hari beliau, mulai dari hari-harinya ketika masih bekerja di kota A, hingga tiba waktunya X harus kembali ke kota kelahirannya, bagaimana X harus beradaptasi kembali, belum lagi harus menerima satu berita duka di keluarganya yang menjadikan X memilih untuk satu jalan cerita kehidupan yang baru, X dengan hari-harinya yang sekarang, X yang dengan lepasnya berkeluh kesah dengan “capek”nya.

… menyadarkan saya kalo seharusnya saya bisa layaknya X, menjalani hari seceria mungkin padahal coba tengok X betapa lahh “capek” nya, betapa lah X akan masalahnya, meski mungkin “capek” saya dan “capek” X gag bisa disamaratakan, tapi tetep ajaa seharusnya saya belajar dari X.

… yang bikin saya tertampar juga, karena seharusnya saya meringankan “capek” X bukan malah bikin X repot dan ribet setiap kami ketemu, ahh maaf yaaa X untuk saya yang begitu merepotkan, saya bakal jadi pendengar yang baik, insyaallah kita bisa bersama melepas “capek” kita.

coba bagaimana lah kan, sungguh tak ada satupun yang sanggup untuk saya lupakan, se-detail apapun itu, terlalu berlimpah hal yang membuat saya ingat, dan sampai kapan pun atau bagaimana pun itu saya gag mampu untuk lupa apalagi melupakan. T.T

(Source: bestlovequotes, via sayingimages)

untuk satu bulan di tahun ini yang saya tumpangkan banyak harapan di hari-hari dalam bulan itu, tentang pekerjaan rumah, tentang klimaks pergulatan empat tahun saya, tentang hidup dan kehidupan…

untuk satu perpaduan tanggal bulan dan tahun yang jadi angka cantik, entahlah feeling saya akan menjadi tanggal bersejarah atau setidaknya spesial dibanding tanggal-tanggal sebelumnya…

untuk satu daftar harapan saya yang lain, yang akan saya yakini menjadi bagian hari-hari masa depan saya, saya ingin sepenuhnya untuk hal itu, saya ingin do the max untuk hal itu, supaya tak hanya jadi angan…

untuk satu hal lain yang akan saya incar khususnya tahun depan dan atau di tahun-tahun berikutnya, hal yang akan saya perjuangkan, hal yang harus saya perjuangkan, hal yang harus saya taklukkan…

- empat hal yang saya tuliskan di masing-masing sayap pesawat kecil saya. berlayar lah harapan-harapan hingga berlabuh, saya disini juga berjuang untuk melabuhkan harapan itu di tempat dan waktu yang tepat.

aarrrggghhh senyum. I wanna smile as well as I can. asa sulit sekali untuk tersenyum di getirnya suasana hati. :)

(Source: bestlovequotes, via sayingimages)

What do you think? YOU!!!

(Source: zel-duh, via encounteringcaraphernelia)

Random

  • Senang. Akhir pekan saya selalu punya cerita menarik. Tentang murid-murid saya lah dengan tingkah polahnya. Tentang cerita para ibu-ibu lah. Tentang petualangan saya di nagari urang lah. Eniwei kemaren jalan-jalan dunk dengan adek kecil yang minggu lalu ultah. Unpredictable ajah, saya pikir dia bakal gag betah jalan-jalan sore sama saya. Aiihh kalo inget gaya doi manggil “Miss”, bikin saya humm apaa yaa, senang…
  • Takut. Akan terjadinya suatu hal yang sumpah bener-bener saya takutkan. Hanya berkaca pada pengalaman yang ada, jadi wajar aja saya jadi khawatir sangat. Yaa Allah jauhkanlah apa yang terpikirkan oleh saya, saya juga berusaha meminimalisir hal-hal yang memacu terjadinya hal tersebut (belepotan kebanyakan hal).
  • Terharu. Ketika saya ditanyai tentang “pekerjaan rumah” saya yang terbengkalai itu. Omaiggaatt, sempurna bikin saya harus beberapa kali mengusap mata. Padahal mereka bukan siapa-siapa, malah mereka sebegitu pedulinya, pedulinya mengingatkan saya, pedulinya menghibur saya, pedulinya menyemangati saya untuk menyelesaikan “pekerjaan rumah” itu. Ahh “mereka” yang seharusnya demikian entah ingat entah tidak sama saya. T.T
  • Complicated. Untuk efek dari beberapa kejadian. Yaa Allah untuk perkara yang satu ini enyahkanlah. Saya tau ini imajinasi konyol sekali. Saya tau kok ini gag seharusnya saya jadiin mainan. Omaigat tolonglah saya hanya gag oke kalo membayangkan efeknya. :(
  • Puas. Untuk beberapa pertanyaan yang sempat jadi pikiran saya. Yeeaahh saya udah tau jawabnya. Okay, I’m fine as I am. Hey, ayoolahh jangan memulai pemahaman baru.

Humm. Senyum mu itu lho dek. Bikin saya malu buat nangis. Sumpah. Ini bener-bener nyadarin saya, gag melulu menangisi itu bagus. Coba tersenyum. Arrggghhh.

Solitary Journey

  • Saya sudah mupeng sekali keliling-keliling sendirian. #ngeles, bilang ajah gag ada yang ngajakin. haha :D
  • Gara-gara saya ketiduran melamun di angkot, jadilah saya kelewat tempat seharusnya turun angkot, so nekat saja saya sekalian keliling. #jingkrak
  • Sumpah yaa gag matching sangat lah aura backpacker dengan dandanan saya jalan-jalan tadi. Hmm berbaju kurung yang rapi, menyandang satu medium ransel, dan sekaligus menenteng satu tas pakaian. Sumpah kayak mudik. :(
  • Ke pusat kota alias ke pasar. Haha. Tapi gila yaa saya kan gag tau sedikit pun seluk beluk pasar kota yang satu ini. Yeeaaahh itulah yang namanya keliling-keliling. Hahaa
  • Terdampar di taman kota yang dengan sekilas saja sudah bikin saya gimana gitu, ahh sama aja sama taman kota kelahiran. 
  • Ehh plisss dahh itu bapak-bapak gag liat saya lagi nikmatin ice cream saya sambil ngelamun-ngelamun, ngapain bikin boring? Bikin bete tau gag. Pengen aja saya lempar tuhh ice cream saya ke Bapak, kalo gag ingat saya yang bakal rugi. Ihh benci. Tapi eniwei makasi dehh kakakk udah bantuin saya ngeles-ngeles waktu ditanya si bapak.
  • Ayyyoooo bikin jadwal lain. #ehhh sadar donk neng si skripsi tuhh!!! :D