just a little thing in this world but wanna be a great thing. . . have a simple dream but must get it with a complicated planning. . . wanna to give love for everyone and wanna be loved by everyone. . .
Antara disini dan disana, disini sungguh tak ada lagi yang menentramkan saya, apa-apa saya jadi “capek”, apa-apa saya gampang banget mewek, apa-apa saya rapuh banget, dan situasi ini bikin saya gag bisa nyelesaiin tugas besar saya tapi saya harus disini demi tugas besar itu. Disana ada aktivitas lain yang menanti, ada suasana baru yang menentramkan jiwa (tepatnya membuat saya lupa sejenak untuk berbagai “capek” saya), disana ada atmosfer yang mendukung saya untuk menuntaskan tugas besar saya, tapi saya tak bisa disana juga karena tugas besar. *ribet pisan
Antara disini dan disana, disini tak ada yang menanyai saya untuk “pekerjaan rumah” saya, bahkan seolah semua yang disini seolah melupakan ada “pekerjaan rumah” untuk saya, tapi saya harus disini agar tak sesering mungkin saya disana, meminimalisir apa yang saya takutkan. Disana ada yang banyak (lebih dari satu maksudnya) peduli tentang “pekerjaan rumah” saya, bahkan telah menawarkan memberi bantuan kepada saya untuk menyelesaikan “pekerjaan rumah” saya, tapi saya tak bisa untuk berlama-lama disana, ada hal yang harus saya minimalisir efeknya.
wanna go away„,
far far away from here„,
wanna dissappear„,
far far away from here„,
wanna GO AWAY………..
- :( :( :( :( :(… dari seorang wanita yang lumayan jauh lah terpaut usianya dari saya, tapi there is no family relationship between us, tapi sekarang intensitas kami bertemu cukup sering, dan kita sebut saja lah X.
… tentang hari-hari beliau, mulai dari hari-harinya ketika masih bekerja di kota A, hingga tiba waktunya X harus kembali ke kota kelahirannya, bagaimana X harus beradaptasi kembali, belum lagi harus menerima satu berita duka di keluarganya yang menjadikan X memilih untuk satu jalan cerita kehidupan yang baru, X dengan hari-harinya yang sekarang, X yang dengan lepasnya berkeluh kesah dengan “capek”nya.
… menyadarkan saya kalo seharusnya saya bisa layaknya X, menjalani hari seceria mungkin padahal coba tengok X betapa lahh “capek” nya, betapa lah X akan masalahnya, meski mungkin “capek” saya dan “capek” X gag bisa disamaratakan, tapi tetep ajaa seharusnya saya belajar dari X.
… yang bikin saya tertampar juga, karena seharusnya saya meringankan “capek” X bukan malah bikin X repot dan ribet setiap kami ketemu, ahh maaf yaaa X untuk saya yang begitu merepotkan, saya bakal jadi pendengar yang baik, insyaallah kita bisa bersama melepas “capek” kita.
coba bagaimana lah kan, sungguh tak ada satupun yang sanggup untuk saya lupakan, se-detail apapun itu, terlalu berlimpah hal yang membuat saya ingat, dan sampai kapan pun atau bagaimana pun itu saya gag mampu untuk lupa apalagi melupakan. T.T
(Source: bestlovequotes, via sayingimages)
untuk satu bulan di tahun ini yang saya tumpangkan banyak harapan di hari-hari dalam bulan itu, tentang pekerjaan rumah, tentang klimaks pergulatan empat tahun saya, tentang hidup dan kehidupan…
untuk satu perpaduan tanggal bulan dan tahun yang jadi angka cantik, entahlah feeling saya akan menjadi tanggal bersejarah atau setidaknya spesial dibanding tanggal-tanggal sebelumnya…
untuk satu daftar harapan saya yang lain, yang akan saya yakini menjadi bagian hari-hari masa depan saya, saya ingin sepenuhnya untuk hal itu, saya ingin do the max untuk hal itu, supaya tak hanya jadi angan…
untuk satu hal lain yang akan saya incar khususnya tahun depan dan atau di tahun-tahun berikutnya, hal yang akan saya perjuangkan, hal yang harus saya perjuangkan, hal yang harus saya taklukkan…
- empat hal yang saya tuliskan di masing-masing sayap pesawat kecil saya. berlayar lah harapan-harapan hingga berlabuh, saya disini juga berjuang untuk melabuhkan harapan itu di tempat dan waktu yang tepat.
aarrrggghhh senyum. I wanna smile as well as I can. asa sulit sekali untuk tersenyum di getirnya suasana hati. :)
(Source: bestlovequotes, via sayingimages)
Humm. Senyum mu itu lho dek. Bikin saya malu buat nangis. Sumpah. Ini bener-bener nyadarin saya, gag melulu menangisi itu bagus. Coba tersenyum. Arrggghhh.